Anggota DPR Berusia Muda Representasi Generasi Milenial
Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo. Foto: Dok/Man
Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo menyatakan kehadiran Anggota Dewan yang berusia muda dapat memberikan perspektif, pandangan dan juga representasi generasi milenial terhadap berbagai pembahasan di Parlemen. Salah satunya, pada pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN), pendidikan maupun berbagai kebijakan lainnya di Komisi X DPR RI.
Demikian disampaikan Bramantyo dalam Dialektika Demokrasi dengan tema “Peran Pemuda di Kancah Politik Nasional” Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/10/2021). “Tercatat, pada periode 2019-2024 banyak sekali anak muda berusia dua puluhan tahun yang menjadi Anggota DPR. Kehadiran generasi muda memberikan warna tersendiri dan pandangan yang lebih holistik dalam berbagai pembahasan atas isu-isu yang berlangsung di Parlemen,” ujar Bramantyo.
SAKSIKAN VIDEO TERKAIT: DIALEKTIKA DEMOKRASI PERAN PEMUDA DI KANCAH POLITIK NASIONAL
Politisi Partai Demokrat ini mengapresiasi banyaknya pemuda dan pemudi Indonesia atau kalangan milenial yang berkiprah di dunia politik baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti, tutur Bramantyo, bergabung dalam organisasi kemasyarakatan maupun di dalam partai politik dan maju sebagai calon legislatif.
Tak hanya itu, Bramantyo menuturkan jumlah pemilih dari generasi muda juga lebih banyak mendominasi sejak beberapa Pemilu terakhir. Dengan demikian, sambung legislator dapil Jawa Tengah VI itu, seharusnya kebijakan maupun Undang-Undang yang dihasilkan merepresentasikan harapan-harapan generasi milenial melalui banyaknya pemilih dari kalangan milenial tersebut.
“Maka, saya mengharapkan semoga segala peraturan, kebijakan maupun juga Undang-Undang yang didorong oleh pemerintah dan DPR RI bisa dapat betul-betul merepresentasikan harapan-harapan dari generasi milenial dan generasi saat ini,” pungkas Bramantyo dalam diskusi yang sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 itu. Turut hadir, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. (pun/sf)